Terkesumba Rindu

Oleh : Nida Aurora Imanillah







Di bawah senja kesumba
Aku menyulam sore itu tanpa menangkap nafasku
Tetap dalam ...
Entah bagimana ...
Entah, aku ...
Selalu kuhembuskan
...
Ada capung hinggap di atas pembidang coklatku:
Sekuncup keindahan sedang menangis di tepi jurang
Tanyaku mengusung:
Indahnya tetap mengindahkan bukan?
...
Begitu hangat
Ternyata ia berpilin rindu
Rindu mengesumba udara
Dan aku lesap.


*Bandung, 11 April 2018

Komentar

Postingan Populer